Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Membangun Kemandirian Anak Usia Dini

Tips Membangun Kemandirian Anak Usia Dini

besiswarakyat.com - Setiap anak membutuhkan orangtua yang mampu mengenalkan ia dengan kepribadian dan dunianya dengan baik. Selain itu, anak juga membutuhkan orangtua yang mampu menjadi role model terbaik bagi anak-anaknya. 

Hal ini berarti bahwa sang anak akan mencontoh seluruh kebiasaan orangtuanya termasuk dalam hal kemandirian. Kemandirian penting ditumbuhkan sejak usia dini, agar anak-anak mampu menjadi individu yang siap menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.

Tips 1: Beri Kesempatan Pada Anak untuk Melakukan Sendiri 

Sebagai orangtua tentu saja menginginkan anak usia dininya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Hal ini tidak akan tumbuh apabila anak tersebut tidak mendapatkan habbit dari orangtua dan lingkungannya. 

Habbit tersebut dapat dibentuk dengan cara memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan sendiri. Anak usia dini perlu mencoba hal-hal baru dengan tangannya sendiri agar memperoleh pengalaman secara nyata dan bermakna. 

Tips 2: Beri Bantuan Apabila Anak Membutuhkan Bantuan 

Membangun kemandirian pada anak usia dini membutuhkan proses, tidak bisa secara instan dan membutuhkan pengulangan atau biasa disebut dengan istilah repetisi. Sebagai orangtua yang sedang membangun kemandirian sang anak tidak perlu membuat target bahwa anak harus segera mandiri dalam waktu yang dekat.

Anak yang sudah mampu menunjukkan kemandirian bukan berarti sang anak tidak membutuhkan bantuan dari orang tua atau orang dewasa di lingkungannya. Ada kalanya ia mengalami kesulitan saat mencoba hal-hal baru. 

Apabila sang anak terlihat sulit saat melakukan sesuatu, maka yang perlu orangtua lakukan adalah menawarkan bantuan pada sang anak dengan mengatakan “Boleh ibu bantu?” atau “Mau ibu bantu?”. 

Ketika anak menjawab “iya”, segera beri bantuan tersebut. Sebaliknya apabila anak masih ingin mencoba sendiri, sebaiknya orangtua perlu menunda terlebih dahulu keinginan untuk membantu sang anak. 

Adapun bantuan yang ditawarkan oleh orangtua adalah dengan cara memberikan contoh secara langsung. Misalnya anak berusia dua tahun kesulitan membuka pintu dengan tangannya sendiri, orangtua bisa membantu dengan cara ikut memegang dan menempelkan tangan sang anak pada gagang pintu yang ingin dibuka. 

Dengan demikian, anak merasa dilatih dan dapat merasakan langsung pengalaman membuka pintu dengan tangannya sendiri meskipun melalui bantuan. 

Tips 3: Tumbuhkan Semangat Kemandirian Melalui Buku Cerita 

Membacakan buku cerita adalah salah satu cara untuk menumbuhkan kemandirian dari dalam diri sang anak. Orangtua bisa memilih buku cerita yang berkaitan dengan kemandirian, misalnya buku cerita anak-anak yang berjudul “Aku Anak yang Mandiri”.

Ceritakan dengan ekspresi wajah yang menyenangkan, bahasa yang sederhana, dan sampaikan pesan moralnya setelah selesai membacakan buku cerita. Biasanya anak-anak akan termotivasi dengan tokoh yang diceritakan dan ingin berlatih mandiri seperti tokoh dalam buku cerita tersebut. 

Tips 4: Fasilitasi Hal-Hal Yang Memicu Kemandirian Anak 

Selain melalui proses yang panjang, kemandirian juga membutuhkan usaha. Ada banyak hal yang perlu diusahakan oleh orangtua dalam membangun kemandirian sang anak, salah satunya adalah dengan cara memfasilitasi kebutuhan sang anak. 

Misalnya, ketika orangtua menginginkan sang anak mampu dan terbiasa menjaga kebersihan tangan. Orangtua perlu memfasilitasi wastafel yang sesuai dengan standardisasi sang anak. Hal ini akan membantu sang anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. 

Tips 5: Libatkan Anak dalam Kegiatan Sehari-Hari 

Hal yang sering terabaikan oleh banyak orangtua adalah ketika melibatkan anak dalam kegiatan sehari. Sebagian orangtua menganggap bahwa anak usia dini tidak perlu terlibat dalam kegiatan yang biasa dikerjakan oleh sang ibu atau ayah, misalnya dalam hal mengurus rumah seperti mencuci pakaian, menjemur pakaian, memasak, membersihkan lantai, mencuci sepeda/ sepeda motor/ mobil, dan lain-lain.

Padahal anak-anak sangat senang ketika dirinya dilibatkan dalam kegiatan tersebut, ia merasa dibutuhkan dan ini adalah salah satu cara untuk menstimulus kemandirian sang anak. 

Anak adalah jiwa peniru dan ia akan belajar banyak hal dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orangtuanya, sehingga nanti akan mendorong sang anak untuk melakukan kegiatan yang sama seperti yang telah dilakukan oleh orangtuanya. 

Tips 6: Berikan Selebrasi 

Ketika anak telah mencoba hal-hal yang baru dan berhasil melakukannya sendiri tanpa bantuan orangtua atau lingkungan sekitar, hal yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah ucapkan kata “terimakasih” atau berikan pelukan hangat pada sang anak, kemudian berikan selebrasi atas pencapaian yang ia lakukan.


Pada dasarnya, anak adalah pribadi yang sudah dibekali kemandirian oleh Tuhan sejak dalam kandungan. Meski demikian, kemandirian tetap harus distimulus agar tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Orangtua merupakan madrasah atau sekolah pertama untuk anak. Itulah mengapa orangtua harus belajar banyak hal, tujuannya adalah agar mampu menjadi orangtua yang kaya informasi dan dapat membagi pengetahuannya pada sang anak. Sehingga tujuan dan fungsi pendidikan anak usia dini benar-benar diterapkan dengan baik oleh para orangtua dan para pendidik.


Tentang Penulis: 

Anggria Novita, M.Pd. Seorang alumni FITK PIAUD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, juga aktif sebagai dosen dan Penulis Pendidikan Anak Usia Dini. Bila tertarik dengan tulisan lainnya dari yang bersangkutan tentang Pendidikan Anak Usia Dini beliau silahkah kunjungi di AnggriaNovita.com